5 cara simpel menulis novel
Tips

Show, Don’t Tell; 5 Cara Sangat Sederhana

Show, Don’t Tell, adalah salah satu konsep yang mungkin agak sulit dipahami penulis pemula. Dulu, saya pun begitu, dan sekarang konsep ini termasuk salah satu materi yang saya ajarkan di kelas menulis Lingua Aksara.

Perhatikan contoh-contoh ini:

Contoh Satu

Sang detektif menatap mayat yang terbujur kaku di gang becek itu. Tubuh seorang perempuan yang mati ditikam. Petugas koroner mengatakan bahwa setidaknya ia sudah mati selama lima jam. Tubuhnya membusuk dengan cepat karena hawa panas mempercepat prosesnya. Telepon sang detektif berdering, dia menatap layar tetapi tidak menjawab. Dia terus memeriksa mayat itu sambil berharap menemukan petunjuk. Rambut korban begitu kotor, kusut dan bau. Teleponnya berdering lagi, dan sang detektif kembali mengabaikan panggilan itu. Gang tempat mayat itu ditemukan kotor dan bau. Mereka harus bergerak cepat, sebab matahari sudah terbit. Detektif itu mendekati wartawan untuk menjawab pertanyaan mereka. Ini kasus pembunuhan berantai, dan akan menjadi hari yang sangat melelahkan.

Contoh Dua

Koloni lalat berdengung di atas mayat, tubuh-tubuh hitam mungil bersayap itu panik, berebut mendapatkan tempat terbaik pada daging manusia yang mulai membusuk.

“Kita dapat apa?” Detektif Nugroho sembari melangkahi genangan air – campuran darah dan alian air bukan pertanda baik untuk dijadikan bukti. Dia menarik telepon yang sejak tadi berdering dari saku, dan melirik layar, lantas memasukkannya kembali ke saku. Dia mengangguk ke petugas koroner.

“Wanita, berusia sekitar 24-28 tahun, banyak luka tusukan.” jelas petugas koroner.

Sang detektif lantas berjongkok, menyibakkan rambut pirang kotor dan kusut dari wajah korban dengan tangan yang telah dilapisi sarung tangan. “Hmmm, Cocok dengan deskripsi.” gumamnya kesal.

Nugroho benci sekali menemukan orang hilang dalam keadaan mati. Ia menghela napas sambil mendorong kacamata kembali ke hidung, tapi benda itu melorot lagi. Udara begitu panas, membuatnya penuh keringat.

“Berdasarkan suhu liver, kami memperkirakan waktu kematian korban antara jam 1 dan 3 pagi, mungkin lebih atau kurang, kami tak yakin. Cuaca panas membuat mayat cepat sekali membusuk, kami harus bergerak cepat.” petigas koroner kembali menjelaskan.

” Menurutmu, pelakunya sama?” tanya Nugroho pada petugas koroner.

“Masih harus ada beberapa tes di lab, tetapi kelihatannya semuanya cocok. Senjata yang sama, MO yang sama, semuanya sama. ”

Nugroho menarik kerah kemejanya, udara panas menyebabkan keringat terus menetes dari dahi. Udara di gang ini lembab dan bebau busuk. Ponselnya menyala lagi, dan ia kembali hanya melihat seklias layarnya.

“Apa yang akan Anda katakan pada mereka, Pak?” Petugas koroner menunjuk kelompok wartawan yang mulai berteriak-teriak dengan dagunya.

“Aku akan memberi tahu mereka bahwa ini kasus pembunuh berantai.” Dia melangkah ke arah para wartawan haus berita itu, sembari mengirim sms ke istrinya untuk membatalkan makan malam.

 

Dari dua contoh di atas, kita bisa melihat mana paragraf yang “Show” dan mana yang “Tell”

Nah, naskahmu lebih mirip contoh satu atau contoh dua? Bagaimana kamu memastikan naskahmu sudah mengikuti konsep Show, Don’t Tell?

Berikut beberapa tipsnya:

  • Gunakan sudut pandang sang tokoh. Lebih mudah jika kita menyelami adegan dengan mengambil sudut pandang sang tokoh. Namun jika sulit, tak apa-apa  menulis adegan dari sudut pandang orang pertama (1st POV). Nanti setelah sering latiha, lama kelamaan kita bisa kok mengubah sudut pandang.
  • Gunakan indera. Tuliskan daftar mengenai apa yang tokohmu lihat, dengar, sentuh, dan rasakan. Kemudian tuliskan tanpa menggunakan kata-kata: melihat, mendengar, merasakan, menyentuh dan mengecap. Ini adalah kata-kata “Tell”
  • Harus spesifik. Semakin spesifik kita mendeskripsikan sifat, perilaku dan tindakan si tokoh, semakin mudah untuk “Show”.
  • Hindari kata-kata;‘adalah, ialah, merupakan dan sejenisnya. Ini adalah kata-kata “Tell” bukan “Show”
  • Dialog. Ini merupakan salah satu alat paling sederhana untuk digunakan. Saat tokohmu mulai berbicara, “Show” menjadi lebih mudah.

Happy Showing 🙂

Penulis dan founder Lingua Aksara Writing Service. Sudah menerbitkan belasan buku non fiksi dan beberapa novel. Suka banget membaca, menggambar dan ngopi. Mau kenal lebih dekat? Follow Twitter dan Instagram @astridsv_

2 Comments

Leave a Reply