Menulis novel thriller
Inspirasi

Bagaimana Cara Menulis Kisah Thriller?

Apa itu Kisah Thriller?

Kisah thriller kerap rancu dengan kisah horor, padahal keduanya adalah genre berbeda.

  • Kisah-kisah thriller, baik novel maupun film, diciptakan sedemikian rupa sehingga pemirsa “berdebar-debar”. Ini alasan mengapa kisah thriller dengan mudah membuat pemirsanya duduk terpaku di kursi namun tidak sampai ketakutan. Sebaliknya, kisah horor (khususnya film) dirancang untuk “menakut-nakuti”, membuat penonton berteriak, menjerit, atau bahkan melompat dari tempat duduknya.
  • Kisah thriller membawa lebih banyak ketegangan. Di bagian akhir kisah biasanya kisah sejenis ini memberi ruang bagi pemirsa untuk mendiskusikan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kisah tersebut. Sedangkan kisah horor membuat pemirsa sulit berdisuksi sebab mereka telanjur ketakutan dan ngeri setelahnya.
  • Kisah thriller umumnya memiliki plot yang lebih teratur sementara plot kisah horor lebih sulit diprediksi. Selain itu kisah horor biasanya memiliki lebih banyak unsur supernatural daripada thriller.

Apa Saja Kategori Kisah Thriller?

Ada banyak subkategori – thriller mata-mata, thriller politik, thriller psikologis, dan lain-lain. Tidak semua thriller mengisahkan tentang kejahatan atau kekerasan. Hal mencolok dari sebuah kisah thriller adalah sudut pandang misteri yang diambil. Sebuah misteri cenderung tentang menyelesaikan kejahatan yang terjadi. Identitas si penjahat disembunyikan sampai akhir karena jika tidak, tidak akan ada misteri, bukan?

Thriller adalah tentang kejahatan (atau jenis bencana lain) yang akan terjadi … kecuali sang pahlawan bisa menghentikannya. Pembaca seringkali sudah tahu siapa penjahatnya sejak awal – bahkan “ikut mengawasi” sang penjahat seperti kejahatan tersebut benar-benar sedang dilakukan.

Tertarik menulis kisah thriller? Coba beberapa gagasan berikut:

  • Tokoh utama dalam kisah Anda menemukan konspirasi rahasia musuh (misalnya, organisasi politik atau kriminal rahasia).
  • Penjahat mengetahui titik kelemahan psikologis tokoh utama dan sengaja memainkan mind-game dengannya. Tokoh utama harus mengatasi kelemahan psikologis tersebut agar dapat menghentikan si penjahat melakukan kejahatan.
  • Kejahatan akan segera terjadi, atau telah terjadi dan akan diulang sebagai kejahatan yang lebih besar. Tokoh utama harus bisa menghentikannya. Sebagai contoh, ada banyak thriller tentang pembunuh berantai, yang membunuh paling tidak satu kali di awal buku, dan, jika tidak dihentikan, akan melakukan kejahatan yang lebih banyak dan bahkan lebih mengerikan.
  • Tokoh utama mencoba menghentikan bencana (medis, nuklir, lingkungan, politik) yang telah menyebar di luar kendali.
  • Tokoh utama terlibat dalam kasus pengadilan dramatis yang memiliki konsekuensi drastis di luar ruang sidang.

Beberapa novel Barat bergenre thriller (sebagian besar sudah difilmkan):

  • The Outsider oleh Stephen King (2018)
  • The Girl in The Train oleh Paula Hawkins (2015)
  • Gone Girl oleh Gillian Flyn (2012)
  • The Da Vinci Code (2003), Angels and Demonds (2000), dan Digital Fortress (1998) oleh Dan Brown
  • The Silence of The Lambs oleh Thomas Harris (1988)

Penulis dan founder Lingua Aksara Writing Service. Sudah menerbitkan belasan buku non fiksi dan beberapa novel. Suka banget membaca, menggambar dan ngopi. Mau kenal lebih dekat? Follow Twitter dan Instagram @astridsv_

Leave a Reply