Lingua Aksara
Inspirasi

5 Alasan Penulis Harus Punya Goodreads

Para pencinta buku kemungkinan besar punya akun Goodreads, tapi belum semua penulis memanfaatkan platform ini untuk mempromosikan buku.

Btw, Goodreads itu apa sih, kak?

Buat yang belum kenal, Goodreads itu adalah media sosialnya para penyuka buku. Platform ini memiliki jutaan database buku dari seluruh dunia. Kita bisa mencari buku-buku yang pernah kita baca, menambahkan buku-buku yang akan/ingin dibaca ke dalam daftar ‘to-read’, memberi ranking dan resensi buku, juga browsing rekomendasi buku-buku menarik.

Hanya saja, sebagai penulis, kita bisa lho memanfaatkan Goodreads lebih dari itu

Platform ini memiliki Author Program yang memberi kita beberapa cara agar buku kita bisa terpajang di sana, dan menarik lebih banyak pembaca. Dengan lebih dari 65 juta member Goodreads, kenapa kita nggak mengambil keuntungan dari jumlah pembaca potensial sebesar itu?

Berikut adalah beberapa alasan kenapa penulis sebaiknya memanfaatkan Goodreads

Karya Mudah Ditemukan

Visibility and discoverability merupakan dua hal kunci di Goodreads. Begitu banyak pembaca masuk ke situs ini untuk mencari rekomendasi buku. Jika buku kita ada di sana, potensinya untuk ditemukan pembaca sangat tinggi.

Goodreads mendesain rekomendasi bagi pengguna individu berdasarkan buku yang sebelumnya telah mereka baca dan sukai, lalu menampilkannya di homepage masing-masing. Ini mirip dengan Instagram yang akan memunculkan rekomendasi gambar pada Explore berdasarkan foto yang pernah kita beri LOVE. Pengguna Goodreads juga bisa meng-explore buku-buku yang baru dirilis, buku-buku populer, buku-buku berdasarkan genre atau daftar yang diciptakan sendiri.

Discoverability di Goodreads juga merupakan proses menarik. Semakin banyak orang yang berinteraksi dengan buku kita di platform, semakin banyak yang akan melihatnya. Jika pembaca menandai buku kita sebagai ‘to-read’, ‘currently reading’ atau memasukkannya dalam ‘shelves’ maka buku kita akan terlihat dalam akun si pembaca, serta news feed semua orang yang mem-follow mereka. Dengan begitu, buku kita akan mendapat visibility tinggi dan orang akan lebih mengenal kita sebagai penulis.

Resensi dan Rating

Resensi atau review buku itu penting dan berpengaruh banget buat penulis, entah itu di media sosial atau blog pribadi. Resensi di Goodreads menjadi jauh lebih kuat pengaruhnya. Setiap buku di database Goodreads bisa mendapatkan resensi dari pengguna. Mereka juga isa memberi LIKE dan komentar pada resensi tersebut, juga rating (1-5 bintang).

Mendapatkan resensi buku kita di Goodreads menjadi penting, hanya saja jangan terlalu terpengaruh. Buka pikiran dan hati selapang-lapangnya, karena nggak semua resensi akan memuji karya kita. Jangan kaget dengan kritik atau cacian (beberapa orang susah membedakan keduanya 😀 ) Terima saja bahwa memang nggak semua orang suka buku kita. Ini adalah bagian penting dari penulisan dan karier penulis. Untungnya, Goodreads cenderung menempatkan orang-orang yang men-dislike buku dengan cara-cara kurang menyenangkan di bagian bawah.

Satu hal yan perlu diingat bahwa resensi atau review yang harus benar-benar didengarkan oleh seorang penulis adalah yang berasal dari kritikus profesional, seperti editor, beta readers, mitra menulis dan komunitas penulis. Lainnya hanya pendapat pribadi yang harus dihargai. Review di Goodreads memang ditujukan untuk pembaca, bukan agar penulis meresensi bukunya sendiri. Sama deh dengan komentar-komentar warganet di media sosial.

Promosi Via Giveaways

Giveaways adalah salah satu fitur bermanfaat yang disediakan Goodreas. Penulis dan penerbit dibolehkan untuk memberi giveaways buku cetak atau digital mereka sebelum tanggal rilis sebenarnya. Setiap member Goodreads harus mendaftar untuk mendapatkan giveaways tersebut, dan pemenangnya bisa dipilih secara acak. Ini merupakan salah satu cara promosi dan marketing terbaik, walau terlihat lebih menguntungkan bagi penerbit besar daripada bagi penulis yang self-publish bukunya.

Blog dan Q&A

Autohir Page di Goodreads umumnya berisi bio pendek dan foto, tapi sebetulmya bisa juga lebih dari itu. Kita bisa menuliskan blog kita di halaman Goodreads agar pembaca bisa terus update dengan postingan-postingan terbaru kita. Postingan blog bisa ditulis langsung atau di-link ke halaman Goodreads secara otomatis. Selain itu, kita juga bisa memposting video, misalnya teaser buku terbaru, hingga berbagi detail event, seperti peluncuran buku dan lain sebagainya.

Oh ya, ada juga fitur Ask the Author yang memungkinkan pembaca menanyakan banyak hal kepada penulis mengeni bukunya, proses penulisan, dan lain-lain. Kita bisa berinteraksi langsung dengan para pembaca lewat fitur ini.

Interaksi Dengan Komunitas Pencita Buku

Selain berinteraksi dengan pembaca, kita juga bisa berinteraksi dengan penulis-penulis lain. Mirip dengan Twitter, kita bisa aktif dalam komunitas online yang penuh dengan pembaca antusias.

Diskusi dan komunitas pecinta buku merupakan bagian terbesar dari patfrom ini. Ada komunitas untuk setiap niche genre buku dan jenis pembaca, juga ribuan diskusi mengenai sebuah buku. Hal ini tentunya menyemangati penulis, sekaligus mempromosikan buku dengan lebih menyenangkan. Berinteraksi dengan komunitas Goodreads memang  bukan taktik direct marketing, tapi bisa membantu kita ‘terlihat’ dalam komnitas, dan terkoneksi dengan pmebaca dan penulis lain. Siapa tahu? Karya kita bisa saja mendapat jangkauan pembaca yang jauh lebih luas.

Penulis dan founder Lingua Aksara Writing Service. Sudah menerbitkan belasan buku non fiksi dan beberapa novel. Suka banget membaca, menggambar dan ngopi. Mau kenal lebih dekat? Follow Twitter dan Instagram @astridsv_

Leave a Reply